Techno  

13 StartUp Unicorn Indonesia, Mulai dari Gojek hingga Kopi Kenangan

13 Start Up Unicorn Indonesia, Mulai dari Gojek hingga Kopi Kenangan
13 Start Up Unicorn Indonesia, Mulai dari Gojek hingga Kopi Kenangan

DEJAVANEWS.COM – Tren perkembangan startup Indonesia terus berkembang. Tak bisa dipungkiri, banyak terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor ini.

Bahkan saat ini telah lahir beberapa startup di Indonesia yang diberi predikat unicorn, yakni startup dengan nilai perusahaan melebihi 1 miliar USD atau sekitar Rp 14,3 triliun.

Apa Aja Start Up Unicorn Indonesia? Berikut ringkasannya.

1. Tiket.com

Tiket.com adalah startup unicorn indonesia di bidang online travel agent (OTA) yang didirikan pada Agustus 2011 oleh Wenas Agusetiawan, Gaery Undarsa, Dimas Surya dan Natali Ardianto. Pada tahun 2017, Blibli.com mengakuisisi 100% saham perusahaan tersebut. Blibli.com adalah e-commerce milik GDP Venture Djarum Group.

2. Gojek

Gojek mungkin menjadi startup pertama di Indonesia yang meraih gelar unicorn. Didirikan pada tahun 2010 dan berkembang pesat di Indonesia. Gojek dimiliki oleh Amazon, Google dan Tencent Holdings Ltd. dan menerima dana dari raksasa asing. dan dukungan domestik dari Temasek Holdings Pte dan Telkomsel dan Astra International.

Kini, Gojek menjadi perusahaan publik setelah merger dengan Tokopedia menjadi GoTo.

3. Tokopedia

Tokopedia didirikan pada tahun 2009 oleh dua orang, William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Tokopedia telah berkembang pesat sejak didirikan pada tahun 2009 dan mempertahankan status unicornnya hingga saat ini.

Baca Juga  Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Tokopedia Dukung Pelaku Bisnis Ramah Lingkungan Asal Bandung dan Bali

Tokopedia kini menjadi bagian dari GoTo setelah merger dengan Gojek.

4. Bukalapak.com

Bukalapak merupakan pemain veteran yang sudah lama menyandang status unicorn. PT Bukalapak Tbk sejak mengambil posisi di bursa. (BUKA) telah membuat beberapa pengumuman investasi di perusahaan teknologi baru. Dari investasi besar-besaran kami di Bank Allo hingga akuisisi perusahaan baru seperti PT Learning Grows Sharing.

5. Traveloka.com

Sejumlah investor telah berinvestasi di Traveloka, antara lain GFC dan Sequoia Capital di AS, Hilhouse Capital, dan JD.com di China. Sumber pendanaan terbesar Traveloka berasal dari dana investasi Qatar senilai US$250 juta.

6. Ajaib

Ajaib, investasi fintech di saham dan reksa dana, resmi menjadi unicorn di Indonesia setelah mengumpulkan $153 juta untuk dana Seri B di DST Global tahun lalu. Ini menjadikan Ajaib investasi unicorn fintech pertama di Asia Tenggara.

Menurut saya perusahaan ini benar-benar ajaib, karena hanya butuh waktu sekitar dua tahun untuk mencapai status unicorn.

7. Ovo

OVO mempertahankan status unicorn ini sejak 14 Maret 2019. Pertumbuhan rating OVO sangat pesat, melampaui rating Traveloka dan Bukalapak yang sudah berstatus unicorn.

Baca Juga  5 Negara dengan Teknologi Tercanggih di Dunia

Sebagian besar saham OVO kini dimiliki oleh Grab

8. Kopi Kenangan

Kopi Kenangan resmi menjadi salah satu unicorn Indonesia setelah berhasil mengumpulkan $96 juta atau Rp 1,37 triliun dalam putaran pendanaan Seri C yang dilakukan akhir tahun lalu.

Pesatnya pertumbuhan jaringan kedai kopi Kopi Kenangan juga menarik investasi dari nama-nama ternama seperti Jay Z dan Eduardo Saverin. Tidak puas hanya menjadi kedai kopi, Kopi Kenangan kini merambah ke sektor consumer goods dengan meluncurkan kopi kemasan.

9. Xendit.

Xendit adalah startup teknologi keuangan yang bekerja di sektor pembayaran. Mereka akan memiliki status unicorn pada akhir tahun 2021. Yang terbaru, pada Mei 2022, Xendit mengumumkan telah menyelesaikan putaran pendanaan Seri D sebesar USD 300 juta (Rp 4,3 triliun).

10. J&T

Laporan The Information, J&T Express tahun lalu mendapatkan suntikan dana US$2 miliar lebih dalam putaran pendanaan terbarunya.

Beberapa investor yang memberikan suntikan dana adalah PE China Hillhouse Capital dan Boyu Capital, serta Sequoia Capital China, seperti dikutip dari Deal Street Asia.

Perusahaan logistik yang didirikan di Indonesia oleh mantan eksekutif produsen ponsel China ini bahkan berani ekspansi dari Indonesia ke China.

Baca Juga  Aplikasi yang dapat Membuat Anda Lebih Lancar Bahasa Inggris

11. Kredivo

Perusahaan induk Kredivo, Finaccel, pada awal ahun ini mengumumkan rencana listing di bursa saham Amerika Serikat melalui perusahaan cek kosong yang populer disebut sebagai SPAC. Setelah merger dengan SPAC, valuasi Finaccel akan melamapui US$2,5 miliar.

Rencana merger ini didukung oleh banyak investor, termasuk MDI Ventures milik Telkom, yang mengambil bagian dalam skema PIPE senilai US$125 juta ke Finaccel.

12. DANA

DANA baru-baru ini diketahui mendapatkan pendanaan dari Sinar Mas dan Lazada Group. Nilai kesepakatan investasi Sinar Mas ke DANA mencapai US$250 juta (sekitar Rp 3,7 triliun). Sedangkan nilai investasi Lazada tidak dipublikasikan.

Dalam siaran persnya, DANA menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dalam total volume pembayaran atau nilai transaksi bruto pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.

13. BliBli

Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Blibli.com kian santer terdengar di kalangan pelaku pasar. Blibli dikabarkan berencana menghimpun US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun melalui perhelatan tersebut.

Sebagai unit usaha yang langsung didirikan oleh grup Djarum, Blibli tidak pernah mengumumkan pendanaan.

(dejavanews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *