Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Mengenal Akulturasi Budaya Indonesia Tionghoa

Ganjar Pranowo bersama masyarakat Tionghoa
Ganjar Pranowo bersama masyarakat Tinghoa

DEJAVANEWS.COM – Calon Presiden Ganjar Pranowo mengatakan bahwa sejarah Indonesia sangat dipengaruhi oleh kontribusi dari etnis Tionghoa, sehingga penting untuk terus menjaga kerukunan yang telah tercipta tanpa memandang perbedaan. 

Untuk menjaga kerukunan ini, Ganjar menekankan bahwa Indonesia memiliki dasar yang kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila.

Tak hanya itu, banyak warga keturunan Tionghoa juga memberikan penghargaan kepada calon presiden Ganjar Pranowo, yang telah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode dan hampir 10 tahun.

Bahkan pada saat calon presiden Ganjar menghadiri acara pelantikan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PMSTI) Jawa Tengah, calon presiden Ganjar Pranowo juga pernah mengatakan bahwa untuk merawat Indonesia hal yang paling terpenting adalah membangun kerukunan sesama anak bangsa tanpa perlu membeda-bedakan adanya ras, suku dan agama. 

“Merawat Indonesia, menurut saya itu sesuatu yang penting sehingga nilai-nilai inilah yang mesti kita kawal terus-menerus agar sesama anak bangsa rukun tanpa membeda-bedakan sukunya, agamanya, dan rasnya,” Ucap Ganjar (8/8/2023).

Baca Juga  Menyongsong Tahun Politik 2024, Keuskupan Agung Medan Bersama Pemuda Katolik dan PMKRI Bekali Umat dengan Pendidikan Politik

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sangat kaya akan budaya dan keragaman etnis. Salah satu etnis yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah, budaya, dan perkembangan sosial ekonomi Indonesia adalah etnis Tionghoa. 

Akulturasi budaya Indonesia-Tionghoa adalah proses saling berpengaruh antara budaya Tionghoa dan budaya Indonesia yang telah terjadi selama berabad-abad. Proses ini telah membentuk ciri khas unik yang menjadi salah satu aset berharga bagi bangsa Indonesia. 

Akulturasi budaya Indonesia-Tionghoa adalah proses penyatuan dan pertukaran unsur-unsur budaya dari kedua kelompok ini. Ini melibatkan aspek-aspek seperti bahasa, makanan, seni, agama, adat istiadat, dan banyak lagi. Perkawinan budaya ini menciptakan kekayaan budaya yang unik dan mendalam yang telah memperkaya identitas nasional Indonesia.

Salah satu dampak paling jelas dari akulturasi budaya adalah pengaruh bahasa. Bahasa Tionghoa, terutama Mandarin, telah menjadi bahasa yang umum dipelajari di Indonesia. Banyak kata dan frasa dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Tionghoa, yang menggambarkan betapa eratnya hubungan bahasa kedua budaya ini.

Baca Juga  APHI Komda Sumut Aceh Lakukan Pelatihan Pengenalan Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Dasar

Dalam hal makanan, pengaruh budaya Tionghoa sangat kuat. Makanan seperti bakmi, bakso, siomay, dan lumpia telah menjadi makanan populer di seluruh Indonesia. Bumbu-bumbu dan teknik memasak Tionghoa juga telah diintegrasikan ke dalam masakan Indonesia yang khas.

Seni tradisional, seperti seni pertunjukan dan musik, juga mengalami akulturasi. Contoh yang menonjol adalah barongsai, tarian singa, dan wayang potehi, yang merupakan perpaduan antara seni Tionghoa dan seni Jawa.

Beberapa praktik agama Tionghoa seperti perayaan Cap Go Meh (Tahun Baru Imlek), Qingming (Hari Pembersihan Kuburan), dan berbagai upacara keagamaan telah diterima dan dirayakan oleh masyarakat Indonesia, terutama di daerah dengan populasi Tionghoa yang signifikan.

Baca Juga  Keunggulan Pesawat CN235 Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Banyak perkawinan antar-etnis Indonesia-Tionghoa, yang menciptakan keluarga-keluarga yang mewarisi unsur-unsur budaya dari kedua pihak. Ini menciptakan lingkungan keluarga yang kaya dan beragam dalam hal tradisi dan kepercayaan.

Akulturasi budaya juga menciptakan suasana inklusif di Indonesia, di mana berbagai kelompok etnis dan budaya hidup berdampingan dengan harmonis. Ini telah mengilhami berbagai bentuk seni dan kerajinan, serta meningkatkan kerjasama lintas budaya.

Dampak positif dari akulturasi budaya Indonesia-Tionghoa sangat besar. Akulturasi ini menciptakan budaya yang lebih kaya dan beragam, yang merupakan aset berharga dalam membangun identitas nasional yang inklusif.

Akulturasi budaya Indonesia-Tionghoa adalah contoh yang menarik bagaimana dua budaya yang berbeda dapat saling mempengaruhi dan memperkaya satu sama lain. 

Ini adalah cerminan dari kekuatan keragaman dan kemampuan masyarakat untuk hidup bersama dalam harmoni. Semoga akulturasi budaya ini terus menjadi bagian integral dari identitas Indonesia yang kaya dan inklusif.

(dejavanews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *