Ketua Umum Nahdlatul Ulama Dari Masa Ke Masa

Nahdlatul ulama
Nahdlatul ulama

DEJAVANEWS.com – Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) baru saja terpilih untuk periode 2021-2025 pada Muktamar  NU ke-34.

Kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terdiri atas Rais Akbar (pendiri sekaligus Pimpinan Pertama), Rais ‘Aam (Legislatif), dan Rais Tanfidziyah (Ketua Umum Pelaksanaan).

Namun apakah kalian tahu siapa saja tokoh yang saat ini memimpin NU atau tokoh yang pernah memimpin NU?

Dilansir dari berbagai sumber, inilah lima tokoh yang menjabat sebagai Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) dari masa ke masa:

Yahya Cholil Staquf

Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa dengan Gus Yahya lahir pada 16 Februari 1966 adalah ulama berkebangsaan Indonesia.

Gus Yahya yang dikenal sebagai Kiai, Ulama, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan kini menjabat sebagai Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2021.

Pada Muktamar NU di Lampung diselenggarakan 23 Desember 2021 Ia ditetapkan menjadi Ketua Umum PBNU 2021-2025.

Gus Yahya adalah putra dari KH. Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ia juga dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren Roudlotut Tholibien, Leteh, Rembang, Jawa Tengah.

Gus Yahya pernah menjadi juru bicara Presiden RI KH. Abdurrahman Wahis (Gus Dur) dan pada 31 Mei 2018, Beliau dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta.

Baca Juga  Bareskrim Polri Sita Rp 700 Miliar Aset dari Tersangka Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng

Prof. Dr. K.H Said Aqil Siroj, M.A. 

Prof. Dr. K.H Said Aqil Siroj, M.A. lahir pada 3 Juli 1953 di Cirebon, Jawa Barat merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan masa khidmat 2010-2021.

Beliau juga merupakan seorang Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon, sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan.

Di masa kepemimpinannya, NU banyak memiliki kemajuan besar baik di bidang pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian.

KH. Said Aqil Siroj merupakan putra kedua dari KH. Aqiel Siroj Pendiri Pondok Pesantren KHAS Kempek 1960 dan Ibunya bernama Nyai Hj. Afifah Harun.

Pada saat terpilih menjadi Ketua Umum PBNU 2010-2015 di Muktamar ke-32 di Makassar, Ia unggul dengan perolehan 294 suara.

Lalu di tahun 2015 pada Muktamar NU ke 33 di Jombang, KH. Said Aqil Siroj terpilih kembali sebagai Ketua Umum PBNU 2015-2020.

KH. Said Aqil Siroj terdaftar di 500 muslim paling berpengaruh di dunia.

Baca Juga  Hendrik Sitompul Kunker ke Pertamina Sumut Pastikan Ketersediaan BBM dan Gas Selama Perayaan Idul Fitri

KH. Ahmad Hasyim Muzadi

KH. Ahmad Hasyim Muzadi lahir pada 8 Agustus 1943 dan tutup usia pada 16 Maret 2017 di umur 73 tahun di Malang, Jawa Timur.

Beliau adalah seorang tokoh Islam Indonesia dan mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015.

Beliau menjabat sebagai Ketua Umum PBNU Tandfidziyah ke-4 tahun 1999-2010 menggantikan Abdurrahman Wahid.

Ia juga pernah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah di Malang, Jawa Timur.

Muzadi disebut-sebut sebagai pendamping Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden Indonesia pada November 2003.

Beliau resmi maju bersama Megawati pada 6 Mei 2004 yang dalam pemilihan umum  Presiden Indonesia 2004 dan meraih 26.2% suara di putaran pertama namun kalah di putaran kedua dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

KH. Ahmad Hasyim Muzadi memiliki beberapa karya tulis diantaranya Membangun NU Pasca Gus Dur, NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa, dan Menyembah Luka NU.

Abdurrahman Wahid

Dr. (H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur ini lahir pada 7 September 1940 dan wafat pada 30 Desember 2009 di usia 69 tahun disebabkan karena penyakit jantung koroner.

Baca Juga  Omicron Terdeteksi di Indonesia, 5 Orang Probable Omicron Diketahui Baru Datang dari AS, Inggris, dan China

Presiden Indonesia ke-4 yang memiliki nama lahir Abdurrahman ad-Dakhil ini adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik.

Beliau juga mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Idham Chalid

Dr. (H.C.) K. H. Idham Chalid yang lahir pada 27 Agustus 1921 dan wafat pada 11 Juli 2010 adalah tokoh bangsa, tokoh agama, dan tokoh organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama (NU).

Beliau adalah deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bahkan Beliau merupakan ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama terlama dalam sejarah NU dari periode 1956-1984.

Idham Chalid pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia dan Ketua MPR serta ketua DPR.

Bahkan Ia juga dipercaya oleh Presiden soeharto menjadi Menteri kesejahteraan Rakyat, Menteri Sosial Ad Interim dan Ketua DPA.

Pada tanggal 19 Desember 2016, atas jasa-jasanya Pemerintah Republik Indonesia mengabadikan beliau di pecahan uang kertas rupiah, yakni Rp. 5.000,-

(dejavanews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.